Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Waspada! Mengenali Modus Penipuan Call Center Palsu dalam Transaksi Keuangan Digital

Pernahkah Anda merasa panik ketika menghadapi kendala dalam transaksi keuangan digital? Pasti pernah. 

Ketika situasi mendesak, langkah pertama yang diambil biasanya mencari nomor kontak Customer Service atau Call Center resmi penyedia layanan keuangan yang Anda gunakan. 

Namun, di dunia maya, kita sering menemukan nomor hotline palsu yang tersebar di berbagai platform.

Sayangnya, banyak dari kita tanpa berpikir panjang langsung menghubungi nomor tersebut dalam situasi mendesak. 

Situasi inilah yang dimanfaatkan oleh para fraudster dengan menggunakan teknik social engineering.

Social engineering adalah cara untuk memanipulasi sisi psikologis seseorang untuk mendapatkan informasi pribadi yang bersifat rahasia. Modus ini dapat membuat korban kehilangan uang dalam hitungan detik.

Teknik social engineering merupakan ancaman yang ditujukan bukan terhadap teknologi atau sistem, melainkan kepada manusianya sendiri.

Salah satu modus yang kini muncul adalah Voice Phishing (Vishing) dan Sniffing. Bagaimana cara kerjanya?

Belakangan ini, ditemukan modus vishing (voice phishing) yang menggunakan informasi call center palsu. 

call center

Para fraudster menggunakan Google Maps untuk menyesatkan calon korban yang mencari alamat kantor cabang atau nomor telepon call center resmi dari suatu penyedia layanan keuangan. 

Dengan cara ini, fraudster mengarahkan korban untuk melanjutkan pembicaraan melalui chat WhatsApp.

Selanjutnya, dengan modus sniffing, para fraudster mengirimkan file berekstensi .APK berjenis RAT (Remote Administrator Tool) yang secara otomatis akan melakukan instalasi jika file tersebut dibuka.

Dengan begitu, para fraudster dapat mengakses dan mengendalikan smartphone korban dari jarak jauh, mencuri data dan informasi yang nantinya digunakan untuk mengambil alih, bahkan menguras saldo di rekening.

Tips Menghindari Penipuan Melalui Call Center

1. Selalu update informasi terkait berita terbaru dan topik penipuan yang sedang ramai. Fraudster biasanya memanfaatkan situasi dan menggunakan topik yang sedang ramai untuk mengelabui target mereka.

2. Simpan semua nomor call center resmi dari aplikasi digital yang Anda gunakan.

3. Jangan sembarangan mengunduh, mengklik file, atau tautan mencurigakan yang dikirimkan melalui e-mail, WhatsApp, atau SMS, terutama jika berasal dari sumber asing.

4. Jangan sembarangan menyerahkan informasi terkait data pribadi kepada siapa pun tanpa verifikasi yang jelas.


Melindungi diri dari modus penipuan call center palsu bukan hanya tanggung jawab penyedia layanan, tetapi juga tugas kita sebagai pengguna cerdas dalam ekosistem digital. 

Ingatlah untuk selalu waspada dan verifikasi informasi sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Dalam menghadapi ancaman penipuan call center palsu, kewaspadaan dan pengetahuan aktual menjadi kunci utama. 

Terlepas dari kemudahan akses dan kenyamanan transaksi keuangan digital, pengguna perlu secara aktif memperbarui pengetahuan terkait modus penipuan yang sedang marak. 

Simpan nomor call center resmi secara aman dan hindari tautan atau file mencurigakan. 

Kesadaran akan risiko serta kewaspadaan dalam berinteraksi secara digital adalah langkah-langkah krusial untuk melindungi diri dari upaya penipuan yang semakin canggih.

Ingatlah, keamanan finansial kita juga ditentukan oleh tindakan bijak dan hati-hati di dunia maya.

Posting Komentar untuk "Waspada! Mengenali Modus Penipuan Call Center Palsu dalam Transaksi Keuangan Digital"