Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Identifikasi, Klasifikasi dan Manfaat Tanaman Okra Untuk Kesehatan


Ketika berbelanja di pasar atau supermarket, pernahkah Anda melihat jenis sayuran yang tampak asing karena jarang ditemui? Bentuk dan warnanya mirip oyong (gambas), tetapi agak lebih panjang dan meruncing di ujungnya bernama okra. Meski tidak setenar sayur lain, okra kerap diolah menjadi sajian lezat di beberapa restoran. Karena ternyata ada banyak manfaat okra yang baik untuk dikonsumsi. Apa saja manfaat okra bagi kesehatan? berikut akan dibahas, tapi sebelum itu sebaiknya kita mengetahui klasifikasi dan morfologi tanaman okra dibawah ini.

Berikut merupakan klasifikasi tanaman okra adalah :

Kingdom   :  Plantae

Divisi        :  Magnoliophyta

Kelas         :  Magnoliopsida

Ordo          :  Malvales

Famili        :  Malvaceae

Genus        :  Abelmoschus

Spesies      :  Abelmoschus esculentus


Tanaman  okra adalah  tanaman  tahunan  berbatang  tegak. Daun  tanaman  okra berbentuk spiral dengan panjang  tangkai  daun hingga mencapai 50 cm,  daun penumpu  membentang  mencapai 20  mm  biasa membelah hingga pangkalnya.  Bunga  tanaman  okra merupakan  bunga  tunggal  yang terletak  di ketiak  daun, berwarna kuning,  dengan  panjang tangkai  bunga  hingga  7 cm.  Buah berbentuk  silinder, dengan  panjang  sekitar  5- 35 cm, dengan diameter  1- 5 cm.  Buah  muda  berwarna hijau,  ungu  kehijauan, atau  berwarna  ungu,  dan  berwarna  kecoklatan  saat sudah  matang. 

Okra adalah buah polong-polongan berbentuk kapsul yang dihasilkan dari tanaman berbunga bernama Abelmoschus esculentus. Dilihat sekilas, penampilan buah ini mirip seperti sayur gambas atau cabe hijau besar hanya saja yang membedakan memiliki bulu-bulu halus di permukaan kulitnya sebenarnya masih termasuk ke dalam keluarga perdu atau kapas-kapasan (Malvaceae).

Buah okra mengandung, 88% air, 2,1% protein,  0,2% lemak, 8%  karbohidrat,  dan 1,7% serat, beberapa kandungan seyawa kimia lain diantaranya, katekin oligomer, flavonoid, dan fenolik yang memiliki  sifat antimikroba dan antiradang serta memiliki kandungan antioksidan yang cukup tinggi dan diketahui dapat  digunakan  sebagai   obat  untuk  beberapa  penyakit diantaranya :

1. Meredakan Asma

Okra mengandung antioksidan dan vitamin C-nya cukup tinggi sehingga dipercaya dapat membantu meminimalisir asma . Merangkum dari beberapa studi, kekurangan vitamin C dapat menyebabkan sel dan jaringan tubuh termasuk paru-paru, rentan mengalami peradangan. Menurut studi dari Journal of Allergy and Clinical Immunology menyatakan bahwa penderita asma yang kekurangan vitamin C lebih sering mengalami gejala kambuhan. Ini menandakan bahwa memenuhi kebutuhan vitamin C harian dapat membantu mengendalikan asma.

2. Melancarkan Pencernaan

Buah okra memiliki kandungan antiradang dan antibakteri yang dapat mencegah masalah radang lambung, iritasi usus (irritable bowel syndrome/IBS), dan beberapa masalah pencernaan lainnya. Selain itu, vitamin A-nya berperan menjaga kesehatan membran mukosa yang melapisi dinding dalam organ pencernaan olisakarida dalam lendir okra efektif meluruhkan bakteri H. pylori penyebab maag yang menempel kuat di usus.

Efek pembersihan usus dari asupan serat dalam jangka panjang juga mengurangi risiko kanker usus besar. Serat tidak membantu menambah berat feses tetapi meringankan perjalanannya melewati usus hingga akhirnya dibuang. Makanan yang tinggi serat jika dikonsumsi secara teratur dapat membantu membersihkan usus sehingga memungkinannya bekerja lebih efektif dalam menyalurkan sisa-sisa makanan, sehingga terhindar dari masalah sembelit dan diare.

3. Menurunkan Kolesterol

Okra termasuk salah satu sumber makanan yang berpotensi baik dalam menurunkan kolesterol. Menurut studi terbitan Global Journal of Medical Research, polisakarida yang terkandung dalam buah okra memiliki kemampuan mengikat asam empedu yang membawa racun dari hati dan dapat menurunkan kadar kolesterol. Studi tersebut juga menemukan bahwa minyak biji okra memiliki potensi yang sama untuk menurunkan kolesterol darah. Biji okra merupakan sumber asam linoleat (omega-3) yang kaya. Asupan asam lemak omega-3 yang cukup membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan mencegah pembentukan plak lemak di pembuluh darah, di bawah kulit, dan di hati.

Selain itu, okra mengandung banyak serat tidak larut. Diperkenalkan oleh Harvard Health Publishing, serat makanan adalah bahan makanan utama untuk menurunkan kolesterol. Serat okra mengatur laju penyerapan gula dari usus, yang menormalkan kolesterol darah.

4. Menyehatkan Jantung

Selain tinggi serat tidak larut, buah okra juga memiliki cukup tinggi serat larut, terutama dalam bentuk gum dan pektin. Kedua jenis serat ini membantu menurunkan serum kolesterol dalam darah, yang mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.

Pektin dapat membantu menurunkan kolesterol dengan cara mengubah pembuatan empedu di usus. Empedu bekerja lebih efisien untuk menyerap lebih banyak lemak dari sisa makanan di usus. Kelebihan kolesterol dan lemak akhirnya dikeluarkan bersama limbah lainnya dalam bentuk feses.Serat juga bisa memperlambat perkembangan penyakit jantung pada orang yang sudah mengidapnya.

5. Menurunkan Gula Darah

Okra memiliki kandungan serat yang tinggi sehingga dapat membantu menstabilkan gula darah dengan memperlambat penyerapan glukosa dari usus. Teori ini juga didukung oleh hasil penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Pharmacy and Bioallied Sciences. Penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak serat makanan dari okra yang dikonsumsi, semakin stabil gula darahnya. Studi lain yang diterbitkan dalam ISRN Pharmaceutics pada tahun 2011 juga melaporkan bahwa okra sama baiknya dalam menurunkan gula darah pada penderita diabetes.

6. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Manfaat lain buah okra adalah dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh. Hal ini terkait dengan kandungan vitamin C dan zat kaya antioksidan dalam okra.Vitamin C dapat merangsang produksi sel darah putih, yang merupakan komponen penting dari sistem kekebalan tubuh. Serta kandungan antioksidan berperan penting dalam menghancurkan semua radikal bebas yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. 

7. Mencegah Gangguan Ginjal

Manfaat selanjutnya apabila mengkonsumsi okra secara rutin dapat membantu mencegah penyakit ginjal yang merupakan komplikasi dari diabetes. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Global Journal of Medical Research, penderita diabetes yang mengkonsumsi okra setiap hari memiliki lebih sedikit kerusakan ginjal dibandingkan mereka yang tidak. Ini berpotensi menguntungkan karena hampir 50% penyakit ginjal disebabkan oleh diabetes.

8. Menurunkan Resiko Osteoporosis

Buah okra kaya akan kandungan vitamin K yang baik untuk menjaga fungsi tulang karena membantu mempercepat penyerapan kalsium ke dalam tulang. Oleh karena itu, orang yang memiliki sumber vitamin K yang cukup setiap hari cenderung memiliki tulang yang lebih kuat. Akhirnya, orang tersebut secara tidak langsung terhindar dari risiko keropos tulang. 

Tips Penting Sebelum Mengolah Okra

Saat dibelah sebelum dimasak, sayuran ini mengeluarkan lendir. Anda dapat mengeluarkan atau membersihkan sedikit lendir, tetapi sebaiknya jangan terlalu bersih, Karena manfaat okra sebagian besar terletak pada lendir tersebut. Perhatikan juga pemilihan dan penyimpanan sayuran okra agar tetap enak dan menyehatkan tubuh. Berikut merupakan hal yang harus Anda ketahui:

  • Pilih okra yang memiliki tekstur dan rasa yang kuat. Hindari memilih yang lunak atau lembek, karena ini menandakan sayuran sudah tidak segar lagi.
  • Jika anda tidak ingin langsung memasaknya setelah membelinya, jangan mencuci okra, simpan di tempat kering didalam kantong plastik. Mencuci dan menyimpan sayuran sebenarnya dapat membuatnya lembek, yang akan mempercepat produksi lendir dan proses pembusukan.
  • Cara lain mengawetkannya adalah dengan membekukan okra, untuk mencegah pembusukan atau perubahan warna.
  • Hindari memotong okra jika tidak ingin langsung dimasak, agar tidak terjadi oksidasi yang menyebabkan ujungnya menggelap ketika terlalu lama dibiarkan di udara terbuka.

Cara Mengolah Okra (Ditumis)

  1. Potong ujung batang okra dan buang. Bilas dan keringkan untuk menyerap sisa air dan hindari lendir. Bisa juga direndam dengan air cuka terlebih dahulu. 
  2. Panaskan wajan di atas api sedang hingga panas, lalu tambahkan minyak dan aduk hingga rata.  selama sekitar 45 detik.
  3. Tambahkan bawang putih cincang dan masak sampai berwarna cokelat keemasan, sekitar satu menit. 
  4. Tambahkan okra, aduk rata hingga terlapisi minyak dan bawang putih. Tutup panci sambil dikocok.
  5. Masak hingga okra mulai kecokelatan dan pinggirannya empuk, sekitar delapan menit. Bumbui dengan garam lalu tambahkan tomat. Sesuaikan dengan selera, angkat kemudian sajikan.

Adakah Resiko Kesehatan Akibat Konsumsi Okra?

Mengkonsumsi okra dalam batas aman tentunya memberikan beberapa nutrisi dan berbagai manfaat kesehatan bagi tubuh. Namun, apabila dimakan terlalu banyak dan berlebihan, alih-alih manfaat yang baik justru dapat menyebabkan gangguan kesehatan. 

Asupan fruktan yang berlebihan dapat menyebabkan diare, kembung, kram perut, dan kembung pada penderita gangguan usus. Kondisinya mungkin lebih buruk pada orang dengan sindrom iritasi usus besar (IBS). Karena biasanya mereka lebih sensitif terhadap makanan yang banyak mengandung buah. Radang sendi. Okra mengandung senyawa solanin, bahan kimia beracun yang menyebabkan nyeri sendi, artritis, dan peradangan jangka panjang pada orang yang sensitif terhadap bahan ini.

Posting Komentar untuk "Identifikasi, Klasifikasi dan Manfaat Tanaman Okra Untuk Kesehatan"