7 AI Terbaik untuk Membuat Materi Pembelajaran, Guru Wajib Coba!
Bayangkan besok harus mengajar, tetapi materi belum siap, slide masih kosong, soal latihan belum dibuat, dan waktu tinggal beberapa jam. Situasi seperti ini pasti pernah dialami guru.
Kabar baiknya, sekarang ada AI untuk guru yang bisa membantu mempercepat pekerjaan tersebut. Bukan cuma membuat teks, beberapa tool AI sudah mampu membantu menyusun rencana pembelajaran, materi presentasi, worksheet, kuis, hingga menyesuaikan materi dengan tingkat kemampuan siswa.
Jadi, daripada memulai semuanya dari halaman kosong, guru bisa menggunakan AI sebagai asisten membuat materi pembelajaran. Tetap perlu diperiksa dan disesuaikan, tetapi pekerjaan awalnya bisa jauh lebih ringan.
Lalu, AI apa saja yang menarik untuk dicoba? Berikut tujuh pilihan yang bisa masuk ke daftar tool wajib guru digital.
1. ChatGPT untuk Menyusun Ide dan Materi Pelajaran
Kalau mencari AI terbaik untuk guru yang serbaguna, ChatGPT menjadi salah satu pilihan yang paling fleksibel. Tool ini bisa digunakan mulai dari tahap mencari ide sampai mengembangkan bahan ajar yang lebih lengkap.
Guru dapat meminta AI membuat penjelasan sebuah konsep dengan bahasa yang sesuai usia siswa. Misalnya, materi tentang pecahan untuk siswa SD tentu membutuhkan gaya penjelasan yang berbeda dibanding materi matematika untuk siswa SMA.
Selain menjelaskan materi, ChatGPT juga bisa membantu membuat:
- rangkuman materi pelajaran
- contoh soal pilihan ganda
- soal HOTS
- pertanyaan diskusi
- ide aktivitas kelas
- lembar kerja siswa
- rubrik penilaian
- contoh studi kasus
- ide ice breaking yang berkaitan dengan pelajaran
Contoh penggunaan
Daripada hanya mengetik “buat materi tentang fotosintesis”, hasilnya akan lebih terarah jika prompt dibuat lebih spesifik.
Contohnya: “Buat materi fotosintesis untuk siswa kelas 5 SD dengan bahasa sederhana, sertakan tujuan pembelajaran, contoh dalam kehidupan sehari-hari, aktivitas kelas selama 20 menit, dan lima pertanyaan evaluasi.”
Semakin jelas konteks yang diberikan, semakin mudah AI menghasilkan materi yang sesuai kebutuhan.
2. Google Gemini untuk Mengembangkan Materi dan Ide Pembelajaran
Google Gemini juga bisa dimanfaatkan sebagai asisten pembelajaran. Kemampuannya cocok ketika guru membutuhkan ide tambahan untuk mengembangkan materi yang sudah dimiliki.
Misalnya, guru sudah mempunyai materi tentang perubahan iklim. Gemini dapat diminta mengembangkan materi tersebut menjadi contoh kasus, pertanyaan diskusi, aktivitas kelompok, atau pertanyaan pemantik.
AI seperti ini juga berguna ketika guru merasa materi yang dibuat terlalu kaku. Cukup minta AI mengubahnya menjadi bahasa yang lebih sederhana, membuat analogi, atau memberikan contoh yang dekat dengan kehidupan siswa.
Cocok untuk apa?
- mencari ide aktivitas pembelajaran
- menyederhanakan materi
- membuat pertanyaan pemantik
- mengembangkan contoh dan analogi
- membuat variasi latihan
- brainstorming bahan ajar
Fitur berbasis multimodal juga membuat AI modern semakin menarik karena konteks tidak selalu harus diberikan dalam bentuk teks. Guru dapat memanfaatkan dokumen atau materi visual sebagai bagian dari proses penyusunan bahan pembelajaran.
3. Canva AI untuk Membuat Materi Pembelajaran yang Lebih Menarik
Materi bagus belum tentu menarik kalau tampilannya seperti tembok teks. Di sinilah Canva AI untuk pendidikan bisa membantu.
Canva bukan hanya tempat membuat poster atau presentasi. Fitur AI di dalamnya dapat membantu guru menyusun materi, membuat presentasi, worksheet, infografis, hingga berbagai bahan visual pembelajaran.
Canva juga menyediakan AI untuk membantu membuat rencana pembelajaran dari sebuah prompt. Guru dapat memasukkan ide pembelajaran dan kemudian mengembangkan hasilnya menjadi materi yang lebih visual.
Kenapa menarik untuk guru?
Karena setelah mendapatkan ide atau teks dari AI, guru tidak perlu pindah-pindah aplikasi untuk membuat tampilannya. Materi bisa dikembangkan menjadi slide presentasi, poster edukasi, infografis, atau lembar kerja.
Misalnya, materi tentang tata surya yang awalnya hanya berupa teks dapat diubah menjadi presentasi dengan ilustrasi planet, diagram sederhana, dan poin-poin penting.
Canva paling cocok untuk guru yang ingin membuat materi pembelajaran visual tanpa harus jago desain grafis.
4. MagicSchool AI untuk Kebutuhan Guru yang Lebih Spesifik
Kalau AI umum terasa terlalu luas, MagicSchool AI menarik karena memang dirancang untuk kebutuhan pendidik.
Platform ini menyediakan berbagai generator yang dapat membantu pekerjaan guru, mulai dari perencanaan pembelajaran hingga pembuatan materi dan asesmen.
Guru bisa menggunakannya untuk membuat rancangan pelajaran, presentasi, aktivitas pembelajaran, pertanyaan, rubrik, dan berbagai kebutuhan kelas lainnya.
Salah satu keunggulannya adalah pendekatan yang lebih dekat dengan workflow guru. Jadi, guru tidak selalu harus memulai dengan prompt panjang seperti ketika menggunakan chatbot AI umum.
Bagian yang bisa dibantu
- lesson plan
- materi pembelajaran
- presentasi
- worksheet
- rubrik penilaian
- aktivitas kelas
- asesmen
- ide diferensiasi pembelajaran
MagicSchool cocok bagi guru yang ingin mengumpulkan banyak kebutuhan pembelajaran dalam satu ekosistem AI.
5. Diffit untuk Mengubah Teks Menjadi Materi yang Lebih Mudah Dipahami
Pernah menemukan artikel atau bacaan yang sebenarnya bagus, tetapi bahasanya terlalu sulit untuk siswa?
Diffit bisa menjadi salah satu tool yang menarik untuk situasi seperti ini. Platform ini berfokus pada membantu guru mengadaptasi materi agar lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Guru dapat menggunakan sebuah teks sebagai bahan awal, kemudian mengembangkannya menjadi materi yang lebih mudah digunakan dalam pembelajaran.
Yang menarik adalah pendekatan diferensiasi. Satu materi tidak harus diberikan dengan tingkat kompleksitas yang sama kepada semua siswa.
Contoh penggunaannya
Misalnya ada satu artikel tentang energi terbarukan. Guru dapat mengadaptasinya menjadi bacaan yang lebih sederhana untuk siswa yang membutuhkan bantuan tambahan, sekaligus membuat pertanyaan pemahaman berdasarkan bacaan tersebut.
Dengan begitu, AI untuk membuat bahan ajar bukan hanya soal menghasilkan konten baru, tetapi juga mengolah materi yang sudah tersedia agar lebih sesuai dengan kondisi kelas.
6. Gamma untuk Membuat Presentasi Pembelajaran dengan Cepat
Bagian yang sering menghabiskan waktu bukan hanya menulis materi, tetapi juga membuat slide presentasi.
Kalau harus mencari template, menyusun layout, memasukkan teks, memilih gambar, lalu merapikan setiap slide, waktu bisa habis sebelum materi selesai.
Gamma hadir untuk kebutuhan seperti ini. Guru dapat memberikan topik atau struktur materi, kemudian AI membantu menghasilkan rancangan presentasi.
Tool seperti Gamma cocok ketika guru ingin mengubah sebuah ide pembelajaran menjadi presentasi secara cepat tanpa harus mendesain setiap slide dari awal.
Contoh topik yang bisa dibuat
- Sistem tata surya
- Sejarah kemerdekaan Indonesia
- Ekosistem dan rantai makanan
- Dasar-dasar pemrograman
- Perubahan iklim
- Bangun ruang dan bangun datar
Setelah presentasi dibuat, jangan langsung digunakan begitu saja. Periksa kembali fakta, contoh, gambar, dan urutan penjelasannya agar benar-benar sesuai dengan tujuan pembelajaran.
7. NotebookLM untuk Mengolah Dokumen dan Sumber Belajar
Guru sering memiliki banyak file PDF, modul, catatan, artikel, atau dokumen pembelajaran. Masalahnya bukan kekurangan materi, tetapi justru terlalu banyak materi.
NotebookLM bisa membantu mengolah kumpulan sumber tersebut menjadi informasi yang lebih mudah dipelajari.
Guru dapat memanfaatkannya untuk memahami isi dokumen, menemukan poin penting, membuat rangkuman, serta mengembangkan pertanyaan berdasarkan materi yang diberikan.
Ini menarik untuk guru yang ingin membuat bahan ajar berdasarkan dokumen tertentu, bukan sekadar meminta AI menjawab berdasarkan pengetahuan umum.
Kenapa berguna untuk materi pembelajaran?
Bayangkan guru mempunyai beberapa dokumen mengenai satu topik. Daripada membaca semuanya dari awal setiap kali ingin menyiapkan pembelajaran, dokumen tersebut bisa dijadikan bahan kerja AI untuk membantu menemukan informasi yang relevan.
Hasilnya kemudian dapat dikembangkan menjadi rangkuman, bahan diskusi, pertanyaan pemahaman, atau kerangka materi.
AI Mana yang Paling Cocok untuk Guru?
Tidak ada satu AI yang paling sempurna untuk semua kebutuhan. Setiap tool memiliki fungsi yang lebih menonjol.
| Tool AI | Paling Cocok Untuk |
|---|---|
| ChatGPT | Ide, materi, soal, penjelasan, dan brainstorming |
| Google Gemini | Riset ide dan pengembangan materi |
| Canva AI | Presentasi, infografis, worksheet, dan materi visual |
| MagicSchool AI | Perencanaan dan kebutuhan pembelajaran guru |
| Diffit | Adaptasi teks dan diferensiasi materi |
| Gamma | Membuat presentasi pembelajaran |
| NotebookLM | Mengolah dokumen dan sumber belajar |
Jangan Cuma Minta AI “Buatkan Materi”
Salah satu kesalahan ketika menggunakan AI untuk guru adalah memberikan perintah terlalu umum.
Prompt seperti “buatkan materi IPA” memang bisa menghasilkan jawaban, tetapi hasilnya kemungkinan terlalu luas dan belum tentu cocok dengan kebutuhan kelas.
Coba masukkan beberapa informasi penting seperti:
- jenjang dan kelas
- mata pelajaran
- topik
- tujuan pembelajaran
- durasi pembelajaran
- tingkat kemampuan siswa
- format materi yang dibutuhkan
- gaya bahasa
- jenis aktivitas yang diinginkan
Contoh prompt yang lebih lengkap:
“Buat materi pembelajaran tentang ekosistem untuk siswa kelas 7 SMP. Gunakan bahasa sederhana, durasi pembelajaran 45 menit, sertakan tujuan pembelajaran, penjelasan konsep, contoh dari lingkungan sekitar, aktivitas kelompok, lima soal pilihan ganda, dan dua pertanyaan HOTS.”
Prompt seperti ini memberikan konteks yang jauh lebih jelas sehingga hasil AI lebih mudah diedit dan digunakan.
AI Boleh Membantu, Tapi Guru Tetap Jadi Pengarah
AI memang bisa membuat materi dalam waktu singkat. Namun, bukan berarti hasilnya langsung siap masuk kelas.
Guru tetap perlu melakukan fact-checking, mengecek kesesuaian dengan kurikulum, memastikan bahasa sesuai usia siswa, serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi kelas.
Hal ini penting karena AI masih bisa menghasilkan informasi yang kurang tepat, contoh yang tidak relevan, atau materi yang terlalu kompleks.
Anggap saja AI sebagai asisten yang mengerjakan pekerjaan awal. Guru tetap menjadi pihak yang menentukan apakah materi tersebut layak digunakan.
Gunakan Kombinasi AI, Bukan Satu Tool Saja
Workflow yang menarik justru bisa menggunakan beberapa AI sekaligus.
Misalnya, guru dapat menggunakan ChatGPT atau Gemini untuk menyusun kerangka materi. Setelah itu, materi dikembangkan menjadi presentasi menggunakan Canva atau Gamma.
Jika memiliki dokumen referensi yang cukup banyak, NotebookLM bisa digunakan untuk membantu memahami dan mengorganisasi sumber tersebut. Sementara itu, Diffit dapat membantu menyesuaikan bacaan dengan kemampuan siswa.
Dengan pola seperti ini, AI tidak hanya menjadi alat untuk “membuat teks”, tetapi menjadi bagian dari workflow pembelajaran digital.
Tips Aman Menggunakan AI untuk Materi Pembelajaran
Ada satu hal yang sering terlupakan ketika guru mulai menggunakan AI: data siswa.
Hindari memasukkan informasi pribadi siswa seperti nama lengkap, nomor identitas, alamat, nilai yang bersifat sensitif, atau data lain yang tidak diperlukan ke dalam layanan AI publik.
Untuk materi pembelajaran, lebih aman menggunakan data yang sudah dianonimkan. Misalnya, daripada memasukkan nama siswa, gunakan label seperti “Siswa A” atau “Kelompok 1”.
Selain itu, selalu periksa kebijakan sekolah terkait penggunaan AI, terutama jika materi melibatkan data peserta didik atau dokumen internal.
AI untuk Guru Bukan Sekadar Tren
Dulu, guru harus menghabiskan banyak waktu untuk memulai materi dari halaman kosong. Sekarang, pekerjaan awal tersebut bisa dibantu oleh AI.
Mulai dari membuat modul ajar, RPP, presentasi, worksheet, soal, rangkuman, sampai aktivitas pembelajaran, semakin banyak pekerjaan yang dapat dipercepat dengan bantuan teknologi.
Yang paling penting bukan siapa yang paling banyak memakai AI, tetapi siapa yang mampu menggunakannya secara tepat. Guru yang memahami cara memberikan instruksi, memeriksa hasil, lalu mengubah output AI menjadi materi yang sesuai kebutuhan kelas akan mendapatkan manfaat yang jauh lebih besar.
FAQ Seputar AI untuk Membuat Materi Pembelajaran
Apakah AI bisa menggantikan guru dalam membuat materi?
Tidak. AI lebih tepat diposisikan sebagai asisten. Guru tetap menentukan tujuan pembelajaran, memilih materi yang relevan, memeriksa kebenaran informasi, dan menyesuaikan bahan ajar dengan karakter siswa.
AI apa yang paling mudah digunakan untuk pemula?
ChatGPT, Gemini, dan Canva AI bisa menjadi titik awal karena penggunaannya relatif sederhana. Mulai dari satu kebutuhan terlebih dahulu, misalnya membuat soal atau menyusun materi presentasi.
Apakah AI bisa membuat soal untuk siswa?
Bisa. AI dapat membantu membuat pilihan ganda, esai, pertanyaan pemahaman, studi kasus, hingga soal yang membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Namun, guru tetap perlu mengecek tingkat kesulitan dan kualitas setiap soal.
Apakah materi dari AI langsung bisa diberikan kepada siswa?
Sebaiknya tidak langsung. Materi perlu diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan fakta, bahasa, tingkat kesulitan, contoh, dan konteksnya sesuai dengan siswa.
Apakah AI bisa membantu membuat materi pembelajaran dalam Bahasa Indonesia?
Bisa. Sebagian besar tool AI modern mampu menghasilkan materi dalam Bahasa Indonesia. Namun, kualitas istilah dan gaya bahasa tetap perlu diperiksa, terutama untuk materi yang membutuhkan istilah akademik atau teknis.
Posting Komentar untuk "7 AI Terbaik untuk Membuat Materi Pembelajaran, Guru Wajib Coba!"